PERTEMUAN 2 : PENGENALAN DATA MINING

  • Pengertian Data Mining

Data mining adalah suatu proses ekstraksi atau penggalian data dan informasi yang besar, yang belum diketahui sebelumnya, namun dapat dipahami dan berguna dari database yang besar serta digunakan untuk membuat suatu keputusan yang sangat penting.

  • Fungsi Data Mining

Pada dasarnya, data mining mempunyai empat fungsi dasar yaitu :

1.Fungsi Prediksi (prediction).

Proses untuk menemukan pola dari data dengan menggunakan beberapa variabel untuk memprediksikan variabel lain yang tidak diketahui jenis atau nilainya.

2.Fungsi Deskripsi (description).

Proses untuk menemukan suatu karakteristik penting dari data dalam suatu basis data. 

3.Fungsi Klasifikasi (classification).

Klasifikasi merupakan suatu proses untuk menemukan model atau fungsi untuk menggambarkan class atau konsep dari suatu data. Proses yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang penting serta dapat meramalkan kecenderungan data pada masa depan. 

4.Fungsi Asosiasi (association).

Proses ini digunakan untuk menemukan suatu hubungan yang terdapat pada nilai atribut dari sekumpulan data.

· Proses Data Mining 

Secara rinci proses data mining dijelaskan sebagai berikut (Larose, 2005):

a. Deskripsi 

Deskripsi bertujuan untuk mengidentifikasi pola yang muncul secara berulang pada suatu data dan mengubah pola tersebut menjadi aturan dan kriteria yang dapat mudah dimengerti oleh para ahli pada domain aplikasinya. Aturan yang dihasilkan harus mudah dimengerti agar dapat dengan efektif meningkatkan tingkat pengetahuan (knowledge) pada sistem.

b. Prediksi 

Prediksi memiliki kemiripan dengan klasifikasi, akan tetapi data diklasifikasikan berdasarkan perilaku atau nilai yang diperkirakan pada masa yang akan datang.

c. Estimasi 

Estimasi hampir sama dengan prediksi, kecuali variabel target estimasi lebih ke arah numerik dari pada ke arah kategori.

d. Klasifikasi 

Klasifikasi merupakan proses menemukan sebuah model atau fungsi yang mendeskripsikan dan membedakan data ke dalam kelas-kelas. Klasifikasi melibatkan proses pemeriksaan karakteristik dari objek dan memasukkan objek ke dalam salah satu kelas yang sudah didefinisikan sebelumnya.

e. Clustering 

Clustering merupakan pengelompokan data tanpa berdasarkan kelas data tertentu ke dalam kelas objek yang sama. Sebuah kluster adalah kumpulan record yang memiliki kemiripan suatu dengan yang lainnya dan memiliki ketidakmiripan dengan record dalam kluster lain. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pengelompokan objek yang mirip satu sama lain dalam kelompok-kelompok. Semakin besar kemiripan objek dalam suatu cluster dan semakin besar perbedaan tiap cluster maka kualitas analisis cluster semakin baik.

f. Asosiasi 

Tugas asosiasi dalam data mining adalah menemukan atribut yang muncul dalam suatu waktu.). Tugas asosiasi berusaha untuk mengungkap aturan untuk mengukur hubungan antara dua atau lebih atribut.

Tentang dia, sahabat masa kecilku

Entah kenapa udara malam yang dingin ini tidak membuatku nyaman dan segera tidur. Kulepaskan selimutku dan bangkit dari kasur, menyalakan kembali lampu kamar setelah sebelumnya hanya menyalakan lampu tidur yang redup. Kulihat jam dinding telah menunjukkan pukul setengah dua. Hanya suara daun daun dari pohon palem di depan rumah kedengaran berderik ditiup angin yang sedikit kencang. Kemudian sepi lagi. Harusnya saat itu aku sedang pulas atau sedang dibuai mimpi seperti hari hari sebelumnya.

            Masih belum ngntuk juga padahal entah sudah berapa kali aku menguap. Sementara jarum pendek di jam dinding kamarku sudah bergeser satu angka. Otakku masih berkelana menjelajah alam lamunan. Ada keresahan bergelayut menunggu jawaban dari ruang benakku yang lain. Seperti ada yang menghantam ulu hatiku ketika ku ingat seuatau, tepatnya seseorang. Yaa…. sahabat kecilku.

            Aku termenung. Menghadap jendela, mengamati bintang-bintang, serpih-serpih mimpi itu kembali menari-nari dalam otakku. Begitu nyata. Mimpi-mimpi yang terucap dari bibir mungil milik dua anak kecil. Perdebatan demi perdebatan terlontar begitu saja. Ingin menjadi apa, hidup bersama siapa, Ingin punya anak berapa, dan memiliki keluarga seperti apa. Yaa hal-hal seperti itulah yang dulu selalu kuperdebatkan dengan sahabat masa kecilku. Fadil begitu aku memanggil namanya.

            Sesosok anak kecil yang sangat aktif bahkan sangat keterlaluan menurutku. Banyak tingkah aneh yang dilakukannnya. Tapi melalui tingkah bodoh nya itu ia selalu berhasil membuatku tertawa. Rambut ikalnya yang menggemaskan, badannya yang mungil, kulit sawo matangnya, hidung peseknya. Ahh aku rindu segalanya

            “Mau jadi apa nanti setelah dewasa?” Tanyanya sore itu.
            “Aku?” Menunjuk diriku sendiri.
            “Hmm.” Ia mengangguk dengan semangat.
            “Dokter” jawabku lantang kala itu tanpa ada sedikitpun keraguan.
            “Aku pun begitu” ungkapnya dengan sedikit teriakan.

            Yaa pada masa itu semua anak kecil akan melontarkan jawaban yang sama dengan kami jika ditanya ingin menjadi apa setelah dewasa nanti. Pekerjaan yang mulia menurutnya, membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Dan cita-cita itu semakin kuat ketika ibunya, ibu dari sahabat masa kecilku terkena stroke.

            Masih jelas diingatanku, ketika kami masih duduk di bangku sd. Kelas 5 sd tepatnya. Pagi itu dia datang menghampiriku, ia menangis dengan terisak-isak tanpa mengungapkan apapun. Aku kebingungan saat itu “kenapa dil?” berulang kali kulontarkan kata-kata yang sama. Tapi tak ada jawaban, tangisnya semakin kuat. Aku kewalahan hingga aku akhirnya tertawa. Disela-sela tawaku aku kembali bertanya ada apa? Dan pada akhirnya dia mengomeliku.

            “Jangan banyak tanya ketika aku menangis. Biarkan saja. Beri aku waktu untuk mencurahkan air mataku. Setiap orang membutuhkan ruang. Sama hal nya dengan ku. Nanti, ada saatnya ketika aku merasa tenang, baru akan aku ceritakan semuanya padamu. Dan lagi. Kau ini, bukannya menanyakan keadaanku justru menertawakan. Dasar aneh.” Ungkapnya kemudian ikut tertawa. Yaa seperti itulah dia, tak apa aku diomeli sepuasnya yang penting aku melihat ada sedikit kelegaan pada dirinya.

            Keceriaan nya perlahan hilang, kini selalu ada tangis. Dan keceriaannya kembali secara perlahan bersamaan dengan kembalinya kesehatan ibunya.

            Kami memiliki cita-cita yang sama, mimpi yang sama dan tujuan yang sama. Selalu bertengkar setiap 15 menit dan akan akur kembali 5  menit setelahnya. Ada saja hal-hal kecil yang diributkan. Untungnya tidak masalah percintaan. Huff fadilku, apa kabarmu dikota orang sana? Ini benar-benar perpisahan yang mematikan rasa bagiku.

            Benar saja tak ada hal lain yang lebih membahagiakan ketimbang sebuah keersamaan. Tak peduli dimanapun berada, tak peduli dengan kesulitan yang terpampang nyata atau tidak peduli dengan ancaman esok yang telah menunggu. Asal semuanya dilalui bersama orang yang dicintai, orang terkasih, orang yang disayangi, semuanya akan terasa sangat indah. Tertawa bersama, menangis bersama, bercerita banyak hal bersama. Sungguh kebahagian itu tercipta dengan mudah. Setiap detik adalah penting. Kebersamaan itu sendiri akan selalu menjadi sebuah kenangan yang benar benar sangat berarti, yang mungkin akan dirindukan tahun-tahun mendatang.

            Waktu tak akan kembali berputar kebelakang. Bahkan tanpa disadari, hari per hari seolah melajukan perubahan dengan perlahan. Sebuah perubahan yang akan membuat semuanya terasa sangat berbeda.

            Cinta… Terkadang ada banyak sekali defenisi untuk mengartikan kata itu. Jika hanya mendengar dan membaca, mungkin tak akan ada banyak orang yang akan mengerti makna dari kata itu. Sebab cinta sama sekali tak terlihat. Dia tumbuh tanpa sebuah pilihan. Seperti aku, cinta untuk seorang sahabat misalnya. Sahabat masa kecilku.

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra Tingkat Dasar (LKMM PRA-TD)

Tujuan LKMM PRA-TD adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa baru bagaimana cara mengatur waktu, diri, dan apapun yang berhubungan dengan dirinya agar mahasiswa mampu dan terampil dalam menghadapi masalah-masalah yang ada.

Jumat, 9 Desember 2016

  1. Management Waktu

Moderator : Ridho
Pembicara : Muhammad Farid Rifai S.Kom . M.Kom
1.jpg

PENGERTIAN

Management waktu adalah perencanaan,pengorganisasian,penggerakan dan pengawasan produktivitas waktu.

Dengan management waktu anda menentukan apa yang harus dikerjakan dan kapan mengerjakannya. Dengan menata waktu anda secara lebih baik maka anda akan menemukan keseimbangan antara kapan harus belajar, bekerja, bersantai, beristirahat . Jika anda dapat menyeimbangkan waktu, maka diharapkan hasilnya adalah kensentrasi anda akan semakin meningkat, dan tingkat stres akan berkurang.

Alasan menunda waktu :
1. Menunggu mood yang lebih baik
2. Menunggu waktu yang lebih baik

Kunci dari management waktu adalah perencanaan (planning). Tanpa adanya perencanaan, anda tidak akan pernah berhasil menata waktu. Hal pertama dan paling penting yang harus dibuat oleh mahasiswa “profesional” adalah membuat:
– jadwal mingguan
– jadwal setiap semester
– jadwal selama studi

Strategi managemen waktu:

  1. Kenali time wasters anda!

–     Kenali kebiasaan-kebiasaan yang paling sering membuat anda menunda-nunda pekerjaan yang lebih penting.

–     Buat ‘perjanjian’ dengan diri sendiri untuk menghilangkan (minimal mengurangi kebiasaan tersebut)

–     Awalnya akan sulit,tapi begitu anda mulai bekerja dengan jadwal yang sudah dibuat, kebiasaan buruk lama akan hilang sendiri.

  1. Tentukan prioritas

–     Buat prioritas pekerjaan anda
–      Artinya, tentukan pekerjaan apa yang paling penting dan harus dikerjakan terlebih dahulu. Misal : jika saya punya dua pilihan (1) menulis artikel  yang harus dikumpul 2 hari lagi (2) mempersiapkan presentasi minggu depan. Maka saya akan memilih menulis artikel terlebih dahulu.

  1. Jadikan deadline sebagai ‘kawan’

–     membuat deadline untuk setiap pekerjaan adalah penting supaya semua tugas/pekerjaan selesai tepat waktu dengan kualitas baik.
–      Jadikan deadlin sebagai kawan

  1. Jangan paksakan mengerjakan pekerjaan sekali duduk tapi bagilah pekerjaan anda menjadi bagian-bagian kecil.
  2. Bagi pekerjaan besar dan membesarkan dalam bagian-bagian lebih kecil
  3. Buatlah rutinitas harian
  4. Beristirahatlah setelah belajar

–          Usahakan untuk beristirahat sekitar 10 menit setelah 1 jam bekerja
–          Silakan berjalan-jalan

  1. Istirahatlah minimal ½ hari dalam seminggu
  2. Ciptakan hidup yang bervariasi

Waktu merupakan guru terbaik

Waktu merupakan penasehat paling bijak yang pernah ada. –Pericles

Anda tidak membuang-buang waktu jika anda menghabiskan waktu anda dengan bijak. –Rodin

Gunakan waktu anda dengan bijak

Waktu=kehidupan; oleh sebab itu, sia-siakan waktu dan hidup anda, atau kuasai waktu dan hidup anda. –Alan Lakein

“Kuncinya terletak bukan pada bagaimana anda menghabiskan waktu, namum dalam menginvestasikan waktu anda”. – stephen R.Covey

Jumat, 9 Desember 2016

  1. Persepsi

Moderator : Septian Fachri Tsani
Pembicara : Arif Iradat

2

Dari gambar diatas apa yang dapat anda lihat ?

PENGERTIAN

Presepsi adalah suatu proses pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan menggunakan alat indera .

Berdasarkan dari contoh gambar diatas , Pengamat A mengatakan bahwa gambar diatas adalah wajah seorang wanita . Namun pengamat B berpendapat bahwa gambar diatas adalah gambar bunga dan juga kupu kupu . Maka kedua nya benar . Karena persepsi setiap orang tidak ada yang sama. Dan sesuatu objek dinilai berdasarkan sudut pandang yang berbeda.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perhatian beberapa di antaranya adalah situasional(gerak perulangan) dan internal (biologis)

Alur dalam berfikir :
– Pengenalan
– Pengetahuan akan presepsi
– Penalaran
– Penarikan kesimpulan

Cara mengatur presepsi :

– Kenali diri anda
– Perluas wawasan
– Banyak membaca

Faktor faktor yang membuat persepsi setiap orang berbeda :
Sumber informasi
Sudut pandang dia melihat suatu masalah
Motivator

Bentuk kegagalan persepsi :

Kesalahan atribusi   => kesalahan menduga
Efek halo                   => kesalahan mengambil kesan pertama
Stereotif                    => hasil menggosip
Prasangka                 => kekeliruan persepsi yang berbeda antara orang satu dengan                                     yang lain
Gegar budaya           => selalu membawa budaya lama

Kesimpulan              => persepsi à pola pokir à keputusan

“Semakin bersedia seseorang untuk menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain yang berbeda, maka semakin beragamlah perspektifnya terhadap sesuatu tersebut. Semakin beragam perspektifnya terhadap sesuatu tersebut, maka semakin dekatlah persepsinya dengan kebenaran utuh dan apa adanya akan sesuatu tersebut. Inilah proses pembentukan sikap objektif dalam diri manusia”. –Toba Beta

Sabtu, 10 Desember 2016

  1. Berpikir Kritis

Moderator : Fara
Pembicara : M. Nury Haniv Lubis

3.jpg

PENGERTIAN

Berfikir kritis adalah mempertanyakan sesuatu, selalu ingin tahu dan berusaha mencari jawaban dari keingintahuan itu.

Tujuan berpikir kritis adalah untuk meningkatkan pemikiran dengan standar-standar inteletual.

Peran Mahasiswa :
Agent of change
Iron stock
Social control

3 macam cara berpikir :
1. Apatis : cuek
2.Skeptis : Ikut merasakan, tetapi tidak bertindak
3. Kritis : merasakan, responsif, aktif

Perbedaan kritis dan ngeyel:
Kritis => Mengolah argumen dengan landasan
Ngeyel => Mempertahankan argumen tanpa landasan

Perbedaan antar berpikir loogis dan berpikir gegabah :
Berpikir logis  => berpikir dengan logika
Berpikir gegabah => berpikir tanpa logika dan tergesa gesa.

Kesalahan dalam berpikir :
Ambigu
Terpengaruh emosi
Data tak sesuai
Hiperpolis (Over generalisasi)

Orang yang berpikir ritis itu :
1. Menggali fakta
2.Memilih alternatif
3.Memikirkan dampak yang mungkin terjadi
4.Menjatuhkan pilihan

Manusia yang bergerak adalah :
1.Mendengar
2.Berfikir
3.Mental
4.Bergera
5.Berbicara

Kegunaan pendidikan adalah untuk mengajarkan seseorang untuk berpikir dengan intensif dan kritis. Kecerdasan dan karakter itulah tujuan pendidikan sesungguhnya . –Martin Luther King

Sabtu, 10 Desember 2016

  1. Mendengar Aktif

Moderator : Ahmad Saybu Rizki
Pembicara : Jontarian Zainuri

4.jpg

PENGERTIAN

Mendengar aktif ialah usaha untuk memperoleh pengertian dengan menggunakan indera pendengaran dan kemampuan berfikir untuk menginterprestasi.

Tujuan mendengar aktif :

–          Aktif, mendengar efektif merupakan kebiasaan sebagai mana dasar komunikasi aktif.

–          Tujuan mendengar aktif terpusat pada siapa yang anda dengarkan , meskipun di dalam kelompok atau perporangan dengan tujuan.

Tahap-tahap mendengar :

  1. Hearing = wajib mendengar ketika ada yang berbicara.
  2. Attention= perhatikan
  3. Ander standing= difahami
  4. Remembering

Aktivitas mendengar :

–          Memperhatikan
–          Menafsirkan
–          Mengingat
–          Menilai
–          Memberi respon

Macam-macam mendengar :

–          Mendengar isi = mendengar secara keseluruhan yang pembicara berikan.
–          Mendengar krisis= mengkeritiskan isi yang diberikan oleh pembicara.
–          Mendengar empati= berhubungan dengan perasaan

Teknik mendengar aktif :

  1. Kita tidak dapat mendengarkan dan berbicara secara bersamaan
  2. Mencoba memahami pokok pikiran/ ide utama pembicara
  3. Hindari gangguan dari lingkungan sekitar
  4. Mencoba untuk mengendalikan emosi
  5. Membuat catatan jelas dan singkat
  6. Mencoba untuk bersikap empati
  7. Coba untuk memahami prinsip-prinsip komunikasi non-verbal
  8. Mendengarkan yang selektif
  9. Bertanya pada tempatnya
  10. Memberikan umpan balik

Cara untuk mendengar secara aktif :
–          Memiliki minat yang tulus terhadap pembicara dan topiknya
–          Sediakan waktu yang cukup untuk mendengarkan
–          Dengarlah secara utuh
–          Refleksikan dengan kata-kata sendiri apa yang disampaikan

Manfaat mendengar aktif :

–          Dapat meningkatkan pengetahuan karena dengan memahami masalah akan terbuka kemungkinan  pemecahan masalah
–          Mengurangi salah faham
–          Meningkatkan pencapaian tujuan
–          Pendalaman hubungan

Sabtu, 10 Desember 2016

  1. Berbicara Aktif

Moderator : Indah Pradana Kusuma
Pembicara : Jontario Zainudin

5.jpg

PENGERTIAN

Kata-kata yang keluar dari seseorang sangatlah mudah untuk dilakukan. Setiap manusia mampu mengeluarkan kata-kata (berbicara) dengan mudah (kecuali tunawicara), tetapi berbicara efektif kepada seseorang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi berbicara di depan umum.

Berbicara di depan umum suara yang dikeluarkan membutuhkan teknik-tekniknya supaya tidak salah ketika mengungkapkan kata-kata serta tidak monoton dan membosankan.

Bicara  : berkata, bercakap, berpendapat ( dengan perkataan, tulisan dan sebagainya
Efektif : ada pengaruhnya, membawa hasil
Berbicara efektif adalah mampu menyampaikan sesuatu dan dapat diterima oleh pihak lain

Faktor yang perlu diperhatikan :
1.Tujuan
2.Topik
3.Mendengar
4.Penghubung
5.Teknik bicara(bahasa tubuh untuk mempertegas, mimik wajah, suara)
6.Batas waktu
7.Menerima dan menanggapi argumen

Kiat berbicara efektif:
1.Mudah dipahami
2.Dapat dipercaya
3.Bahasa non-verbal
4.Mengulang pesan seperlunya
5.Berusaha dapat feed back
6.Menyebutkan perasaan

Syarat bicara di depan umum :
1.Pokok pikiran jelas
2.Menyampaikan gagasan
3.Merumuskan dengan singkat

Untuk menyampaikan berbicara :
1.Fokus
2.Pahami lebih dulu
3.Hindari bahasa-bahasa kasar
4.Pelajari terlebih dahulu

Hambatan berbicara :
1.Hambatan Fisik
2.Hambatan Psikologi : Malu, Grogi
3.Marah : Kendalikan diri sendiri dulu, baru kendalikan emosi orang lain.
4.Percaya diri

“Jangan pernah melihat siapa yang berbicara, namun lihat apa yang dibicarakan.”

Sabtu, 10 Desember 2016

  1. Motivasi, Pribadi dan Organisasi

Moderator : Yeni Ernawati
Pembicara : Firman Giri  Febriyanto

6.jpg

PENGERTIAN

 Organisasi adalah suatu kelompok atau suatu manusia yang bekerja sama dengan satu misi dan satu tujuan
Pribadi adalah diri sendiri

Fungsi Organisasi, adalah sebagai pengembang bakat, minat dan potensi yang dimiliki secara pembelajaran diri untuk berkerjasama.

Visi : tujuan
Misi : Cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan
Organisasi : Wadah aspirasi
proses
Sistem perilaku
Alat mencapai tujuan

Fungsi organisasi :
– Pengembangan diri
– Pengembangan minat bakat
– Kerjasama
– Mengasah soft skill non-akademik

Komponen Organisasi :

  1. Visi Misi
  2. Leader & Followers
  3. Struktur & Arahan
  4. Pedoman metode & Regulasi

Perbedaan Pemimpin dan Bos :

  1. Pendorong/push
  2. Penengah pada setiap masalah
  3. Pengamat
  4. Pengawas
  5. Penggerak dan Motivator

Soe Hok Gie
Aku bukanlah aku
Aku adalah meng-aku
Terus menerus berusaha
Menjadi aku

Kerja sama terlahir ketika anda berkonsentrasi pada “kita” bukan “saya”.

Sabtu, 10 Desember 2016

  1. A.K.U

Moderator : Faradifa Hidayatul Maynisa
Pembicara : Nanda Iswanto

PENGERTIAN

AKU adalah singkatan dari kata AMBISI, KENYATAAN, dan USAHA. 3 hal ini saling berkaitan satu sama lain, dan ini bisa menjadi media introspeksi kita, tentunya untuk membantu pencapaian hasil yang lebih maksimal.

– A  M  B  I  S  I

Ambisi adalah keinginan yang besar untuk memperoleh atau mencapai sesuatu. Ketika kita memiliki suatu goal atau tujuan di akhir, maka pertanyaan berikutnya seberapa besar keinginan kita untuk mencapainya. Mereka yang hanya sekedar-sekedar saja dalam menginginkan goalnya tentu saja pada akhirnya yang dicapai juga hanya sekedar-sekedar, tidak bisa maksimal.

Jenis ambisi
– Ambisi hampiran (yang diusahakan terjadi)
– Ambisi hindaran (yang diusahakan tidak terjadi)

Faktor-faktor ambisi :
Kenikmatan, ketentraman, kehangatan, kekuasaam, ketenaran, keberhasilan

Faktor-faktor yang mempengaruhi peluang keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan menjadi ambisi kita :
-kekuatan
-kelemahan
-kesempatan
-ancaman

Apa bedanya ambisi dengan motivasi? Jika ambisi adalah keinginan yang begitu kuat untuk mencapai sesuatu, maka motivasi adalah hal-hal yang mendorong kita untuk mewujudkan ambisi itu tadi. Ambisi tanpa motivasi biasanya hanya akan tumbang di tengah jalan.

Hubungan antara goal, ambisi, dan motivasi bisa dianalogikan seperti ketika kita hendak bepergian ke suatu tempat, katakanlah Mekkah.  Maka Mekkah bisa dibilang sebagai goal. Nah, letak ambisi adalah pada keinginan kita. Kita bener-bener ingin atau tidak pergi ke Mekkah. Sedangkan motivasi lebih kepada perbekalan.
– K E N Y A T A A N

Kenyataan adalah kondisi atau keadaan Anda saat ini. Kalau dikaitkan dengan ambisi, kenyataan lebih pada faktor-faktor yang mempengaruhi peluang keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang menjadi ambisi kita.

Jenis-jenis :
eksternal : pengaruh orang tua
internal : keyakinan, kesanggupan, watak, selera, sikap, gaya kerja

Goal ada, ambisi besar, tapi kenyataan yang ada tidak mendukung akan sulit untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu kita perlu mengenali kenyataan yang ada pada diri kita.

– U  S  A  H  A

Usaha adalah upaya atau kegiatan yang dilakukan untuk mencapai ambisi.

Macam-macam usaha :
-usaha kreatif : tidak diinginkan
-usaha proaktif : menghampiri ambisi

Coba kita kaitkan dengan point kedua, yaitu kenyataan. Pada saat kita menganalisis kenyataan yang ada, maka akan kita dapati beberapa kelemahan yang mungkin menjadi penghalang dalam pencapaian suatu ambisi. Disini ada 2 sikap yang bisa kita ambil. Pertama adalah mengganti ambisi dan goal yang sudah ditetapkan. Kedua adalah mencari solusi atas kekurangan tersebut, dan menjadikannya kekuatan untuk mendukung kita mencapai goal.

Minggu, 11 Desember 2016

  1. SRK (Sasaran, Resiko, dan Konsekuensi)

Moderator : Devi Rizki Putri
Pembicara : H. Jatniks S.Kom.M.Kom.MTA

 8

PENGERTIAN

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan yang ingin dicapai secara konktrit dalam waktu tertentu.
Resiko adalah bahaya akibat yang dapat terjadi dari sebuah tujuan .
Konsekuensi adalah hasil yang timbul dari sebuah tindakan yang dilakukan.

terdapat suatu VMTS yaitu

– visi: cita-cita

visi harus dapat memberikan panduan atau arahan dan motivasi
visi harus disebarkan di kalangan anggota

– misi: pernyataan mengenai hal-hal atau langkah yang harus dicapai organisasi
– tujuan: penjabaran dari pernyataan misi
– sasaran:target yang terukur sebagai indikator tingkat keberhasilannya dari tujuan yang telah ditetapkan.

Kategori Resiko:
– resiko yang sudah ditetapkan
– resiko yang dapat diramalkan
– resiko yang tidak di harapkan

Minggu, 11 Desember 2016

  1. Pengenalan Diri

Moderator : Muhammad Dimas Arianto
Pembicara : Herman Budi Agtriadi S.Si.M.Kom
 9.jpg

 PENGERTIAN

Pengenalan diri adalah kemampuan seseorang untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya shingga dapat melakukan respon yang tepat terhadap tuntutan yang muncul baik dari dalam maupun dari luar.

Tujuan:
– Tumbuhnya kesadaran
– Terbentuknya sikap dan perilaku percaya diri serta prinsip hidup menuju kehidupan yang sejahtera. sikap dan perilaku percaya diri adalah kemampuan mengekspresikan.

Proses Pembentukan Konsep Diri
– Melalui pengindraan (sesation) dan perasaan (feelings)
– Pengetahuan, harapan dan penilaian yang membentuk konsep diri terutama hasil interaksi dengan orang lain.
– Faktor yang penting dalam pembentukan konsep diri adalah melalui belajar.

Konsep diri ada 3 aspek:

  1. Pengetahuan

– Identifikasi Formal.
– Kualitas Pribadi
– Merupakan Perbandingan antara kita dengan orang lain
– Ekspresiverbal

  1. Harapan

– Merupakan idealisme mengenai diri seseorang
– Karakteristik pribadi
– Merupakan tujuan dari proses pembentukan jati diri seseorang
– Ekspresi Verbal, “saya harusnya dapat menjadi…………..”

  1. Penilain diri

– Merupakan proses perbandingan atau pengukuran antara ‘saya saat ini’ dengan harapan tentang ‘diri saya yang akan datang’ hasil perbandingan ini menjadi gambaran atas penghargaan diri sendiri.

Minggu, 11 Desember 2016

  1. Pengembangan Diri

Moderator : Wali Syahputro CK
Pembicara : Ilham Nur Hadi

 11

PENGERTIAN

Pengembangan diri meliputi segala kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi, membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan memberikan konstribusi dalam mewujudkan impian dan cita cita.

Unsur Pengembangan Diri yaitu meningkatkan kesadaran diri, pengetahuan diri, potensi, modal manusia, kuALITAS HIDUP, MIMPI, DAN ASPERASI.

  1. Kesadaran diri => kapaitas untuk intropeksi dan kemampuan untuk mengenali diri
  2. Pengetahuan diri => pengetahuan tentang diri seseorang mencari ilmu
  3. Identitas => karakteristik yang khas
  4. Potensi => kemampuan saat ini yang belum direalisasi
  5. Modal manusi => pengetahuan, kebiasaan, atribut sosial dan kepribadian untuk menghasilkan nilai ekonomi.
  6. Taleta => bakat yang terealisasi
  7. Kualitas hidup => aspek gaya hidup sehari-hari
  8. Mimpi => awal dari kesuksesan
  9. Aspirasi => harapan dan tujuan untuk mencapai cita-cita

–  Waktu adalah sesuatu yang sangat penting, namun penggunaannya terkadang sia-sia. Sifatnya tidak dapat kembali dan cepat berlalu

Pengaturan waktu yang buruk :
– Jadwal tidak mandiri
– Terlalu sering have fun
– Sering datang ke acara yang tidak penting
– Sering merasa sibuk
– Suka menunda pekerjaan
– Produktifitas kerja berkurang

–  Penyebab kurangnya pengaturan waktu di antaranya merasa diatur orang lain dalam pengaturan jadwal dan harus dipatujhi serta melakukan kegiatan yang tidak penting untuk dilakukan.

–  Dalam pengaturan waktu perlu menggunakan kuadran waktu yang menentukan skala prioritas.Jadwal tidak mandi

Kuadran Penting Tidak penting

Mendesak Kuadran 1 Kuadran 3

Tidak mendesak Kuadran 2 Kuadran 4

*Kuadran 1 (mendesak-penting) à “si penunda pekerjaan”
akibat: prioritaskan jadwal, kurang akrab, stres, mengabaikan yang penting

*Kuadran 2 ( penting- tidak mendesak) à “si prioritizer” à paling bagus

*Kuadran 3 (mendesak-tidak penting)
Suka melakukan hal penring bagi dirinya, padahal tidak penting; suka mendalami masalah kecil
Akibat : kurang disiplin, hal penting terabaikan, sering merasa dilecehkan.

*Kuadran 4 (tidak penring-tidak mendesak) à “si pemalas”
Suka menyia-nyiakan waktu
Akibat : Kurang bertanggung jawab

Pengembangan diri = pengembangan orang lain

  1. Tips pengembangan diri
    1. Harus diawali dengan niat
    2. Berpikir positif dalam setiap hal
    3. Memiliki komitmen
    4. Jangan menganggap remeh orang lain
    5. Menerima saran, kritik, dan masukan yang bersifat membangun dri orang lain
    6. Konsisten terhadap apa yang kita lakukan
    7. Yakinlah bahwa kita pasti bisa
  2. Kenali diri sendiri
  3. Tentukan tujuan hidup
  4. Kenali motivasi hidup
  5. Hilangkan negatif thingking
  6. Jangan mengadili diri sendiri

“Jangan menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk meninggalkan kebiasaan untuk mengembangkan diri sendiri”. –Stephan Covey